D A L A M prosesku juga tak banyak orang di dalamnya, hanya ada beberapa, dapat terhitung jari. Bahkan orang yang kupikir mana mungkin bisa hadir memberiku dukungan, justru menjadi salah satu orang yang memberiku dukungan untuk terus melangkah. Teman-teman tak seberapa, realita pahitnya bahkan ada yang justru menjatuhkan. Dulu, aku selalu mencari dukungan dari orang-orang. Aku bukan mencarinya untuk terlihat keren atau apa, aku mencarinya karena aku ingin belajar apa yang kulakukan sudah benar atau tidak, terlebih-lebih bahwa hidupku terlalu sepi. Orang tuaku pun tak tahu apa yang sedang kuusahakan. Mereka buta huruf, mereka hanya tahu bahwa aku kuliah dengan baik dan suatu kelak butuh uang. Saudara juha membantuku tapi mereka juga sibuk dengan dengan dunianya masing-masing, hanya mereka selalu mendukung prosesku dan membantuku walau hanya sesekali. Sepanjang itu, aku terus mencari‐cari bagaimana caranya untuk tetap semangat dan tidak tumbang dalam setiap usaha y...
A K U akui keberanianku pada 05 Maret 2026. Tepat pada pukul 23.33 WITA aku memberanikan diri untuk melepaskan masa laluku. Aku tahu itu berat dan sangat susah kukeluarkan dari dalam perasaanku. Namun apa yang menempel seperti permen karet itu telah berhasil sepenuhnya lepas dari diriku. Walaupun jujur bahwa aku masih memiliki harapan besar, dia akan menghubungiku dan memintaku kembali. Setelah hari waktu melintas hingga kini 15.06 WITA, aku memutuskan untuk mutlak melepaskan. Aku bebas teman-teman. Aku sudah tidak ada di masa lalu. Akhirnya aku benar-benar seberani itu melepaskan masa laluku setelah dari 2022 hingga 2026. 4 tahun tersimpan menjadi beban di kepalaku. Aku tahu, bahwa dia yang menemaniku dari nol, tapi aku rasa semua manusia akan pergi. Bahkan aku sendiri pernah pergi dari Tuhanku, pergi dari rumahku, lantaran mengapa aku tidak bisa pergi dari seorang manusia yang hanya sebatas orang asing? Aku pula tahu bahwa dia telah menjadi alasanku hingga di detik ini. Bi...