Langsung ke konten utama

Postingan

Bangun Membangun Kebutuhan

Lakukan saja apa yang membuat kamu menemukan kesenangan bagi dirimu sendiri, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan fokuskan diri pada perubahan lewat kesenangan yang sudah kamu bangun. Bila masih tertunduk pada komentar-komentar manusia—itu tidak ada ujungnya. Tak mengapa membuka telinga bila memang komentarnya sesuai dengan kebutuhan. Keputusan untuk mendengarkan komentar ada ditanganmu. Dan, kalaupun kesenangan yang kamu bangun sama sekali tidak merugikan orang lain, saat itulah kesempatanmu untuk memenangkan dirimu. Bayangkan; dengan kesenangan yang kamu bangun dan kemudian orang sekitarmu merasa risih—padahal tidak merugikan siapa pun, maka saat itulah kamu mendapatkan dua keutungan: petama, kamu dapat tumbuh dan kedua, orang sekitarmu masih memikirkan kesenanganmu, sementara kamu sudah memikirkan tangga berikutnya sebab kamu sudah selangkah lebih maju. Dulu mungkin kamu terlalu banyak memakan semuanya, tak masalah. Tak-tik untuk mengubah dunia mem...
Postingan terbaru

Absurdum

Seseorang dengan kecerdesannya cenderung menyembunyikan dirinya dari kelompok mana pun ataukah yang semacamnya. Sebab bagi mereka, kecerdasan bukan suatu kemewahan yang harus diperlihatkan tapi untuk menyadari sebuah kekeliruan. Karena menjadi penuh kebijaksanaan dan kecerdasan melibatkan banyak kesalahan dan kekeliruan, tak jarang menjadi rasa minder dan/atau malu dengan sikap yang terlalu berlebihan. Olehnya, kecerdesan dan kebijaksanaan bukan semata-mata lahir tanpa kesalahan, melainkan melalui proses yang melibatkan mental dan harapan. Dan, tersemoga di hari-hari berikutnya menjadi lebih mempertimbangkan suatu kesimpulan untuk menunjukkan diri pada orang lain. Itulah kemudian yang oleh orang-orang bijaksana beristilah "ilmu padi" dan "kosongkan gelasmu".

RUMAH

  "Bersamamu, aku lebih merasa hidup dan lebih merasa ada, dibandingkan dengan peran-peran palsu yang aku perankan setiap hari." Di suatu ketika kita bertemu di hari yang biasa; hari yang istirahat, tanpa kebisingan, kesibukan, dan orang-orang, hanya ada aku dan kamu. Manakala di ketika kita menemukan arti, bahwa masa depan kita adalah milik masing-masing sampainya kita bertemu kembali di tempat lahirnya romansa dan harmonisasi.  Tempat yang orang-orang menyebutnya rumah, di sanalah kau duduk di sampingku, memberiku setumpuk kata yang membuatku menemukan alasan untuk tidak menyerah. Demikian ketika kamu berada jauh di bawa lelah, kamu datang mencari sebuah sandaran untuk mengembalikan semua semangatmu untuk terus melangkah.  Saat yang sama aku lelah dan kamu pun lelah, lalu saling memberikan semangat yang masih tersisa, barulah kemudian kita menemukan kenyamanan dan rasa aman. Walaupun benar, bahwa kita sama-sama lelah tapi tidak ingin melihat ada yang terjatuh. Itulah ke...

Selayaknya

Kemarin, mungkin kamu terlalu keras dengan dirimu sendiri sampai detik pun tidak dapat kamu nikmati. Cobalah berjalan lebih pelan dan nikmati setiap apa yang kamu jalani. Cobalah jangan terlalu terburu-buru mengejar hal yang sudah tak sabar kamu tuai.  Terpenting bahwa kamu sudah menentukan hal yang bisa dapat kamu gapai. Sudah itu, jalani dengan baik dan jangan terlalu berlebihan. Sebab mungkin masih ada banyak hal yang membuatmu mengerti dari setiap hal yang kamu lalui, ketimbang selalu memaksakan diri untuk sebuah proses yang belum tentu dapat kamu nikmati selama yang kamu inginkan. Apa yang kamu usahakan mungkin berat dan agak lambat dari lebanyakan orang lainnya. Tetapi sesekali sayangi dirimu sendiri, walaupun di ujung sana sudah terbayang hal yang membahagiakan namun bersenang-senanglah bila harinya tiba dan bersedihlah ketika harinya tiba.  Ada hari lelah dan ada hari bahagia. Semuanya sudah ditentukan semenjak kamu datang ke dunia, tinggal bagaimana kita belajar dari ...