A K U akui keberanianku pada 05 Maret 2026. Tepat pada pukul 23.33 WITA aku memberanikan diri untuk melepaskan masa laluku. Aku tahu itu berat dan sangat susah kukeluarkan dari dalam perasaanku. Namun apa yang menempel seperti permen karet itu telah berhasil sepenuhnya lepas dari diriku. Walaupun jujur bahwa aku masih memiliki harapan besar, dia akan menghubungiku dan memintaku kembali.
Setelah hari waktu melintas hingga kini 15.06 WITA, aku memutuskan untuk mutlak melepaskan. Aku bebas teman-teman. Aku sudah tidak ada di masa lalu. Akhirnya aku benar-benar seberani itu melepaskan masa laluku setelah dari 2022 hingga 2026. 4 tahun tersimpan menjadi beban di kepalaku.
Aku tahu, bahwa dia yang menemaniku dari nol, tapi aku rasa semua manusia akan pergi. Bahkan aku sendiri pernah pergi dari Tuhanku, pergi dari rumahku, lantaran mengapa aku tidak bisa pergi dari seorang manusia yang hanya sebatas orang asing?
Aku pula tahu bahwa dia telah menjadi alasanku hingga di detik ini. Bisa sampai sejauh ini. Aku tidak akan lupa dengan itu, bukankah sudah digariskan bahwa kita tidak harus melupakan siapa orang yang menolong kita? Aku rasa itu wajar-wajar saja. Jadi kuanggap itulah hadiah dari hubunganku selama ini, tumbuh dengan baik dan memberikan dampak yang besar.
Tapi balik lagi bahwa manusia akan datang dan pergi. Sebaik apa pun manusia itu, seburuk apa pun manusia itu, secantik apa pun manusia itu, dan seganteng bagaimana pun manusia itu—tetap suatu kelak akan pergi. Entah berakhir pada alam kematian atau yang belum sempat sehidup semati—manusia telah dipaksa tunduk terhadap perpisahan. Terhadap dunia, terhadap ibu ayah, terhadap kawanan, terhadap pekerjaan, terhadap suami dan istri, dan apalagi kalau statusnya hanya sebatas kekasih.
Manusia menjalin hubungan karena banyak tujuan tertentu: memperoleh keturunan, mendapatkan bantuan, memenuhi hasrat, mendapatkan dukungan empati. Apalagi kalau hanya sebatas teman atau pacar, siklusnya tetap sama: mengenal, berjuang, mendapatkan, bertahan, lalu itu mengakhiri. Bersyukurlah mereka yang sampai saat ini masih bertahan pada hubungannya.
Sepanjang perjalanan itu, aku mengerti mengapa ayah dan ibuku melarangku pacaran sebelum waktunya. Karena memang sesulit itu untuk merasakan kebebasan. Sesulit itu untuk menemukan jalan hidup. Ya walaupun itu bisa dibangun bersama-sama, namun faktanya kalau kelak berpisah?
Mungkin saja ada yang menjaga hubungannya sampai akhir tapi apakah kemungkinan besar mereka mengerti tentang apa yang dirasakan oleh orang yang patah hati. Merasakan bagaimana hidup di dalam kurungan? Jebakan? Aku rasa manusia tidak akan menemukan arti hidup di dalam zona nyaman, namun arti hidup hanya dapat diperoleh dari mereka yang merasakan sakit dan bahagia. Bukankah itu seimbang?
Beberapa alasan inilah yang membuatku melepaskan dia. Aku ingin menyelamatkannya dari jebakanku dan dia tidak perlu berpikir lagi kalau aku masih berharap. Dan sekaligus aku menyelamatkan diri dari perasaan dan hidupku di bawah tekanan masa lalu.
Aku pula tidak ingin ada orang baru. Capeknya terasa. Aku hanya ingin sendiri sampai seseorang datang dan menerima semua yang pernah terjadi sepanjang hidupku, aku yakin bahwa suatu kelak akan ada namun waktunya bukan sekarang.
Tepat hari ini pula aku melepaskan kekasihku. Aku jahat karena selama dalam bayang-bayang masa lalu, aku telah banyak berpura-pura lupa dan mencoba menjadikan kekasihku sebagai obat bagi kegelisahanku terhadap masa laluku.
Aku akui bahwa aku memang jahat, patut dibenci, hanya aku bukan membela. Baiknya aku tidak memilih masa lalu, memilih kekasihku, atau memilih orang baru. Aku rasa semua itu seimbang. Aku juga berhasil jujur pada kekasihku dan dia adalah wanita yang baik. Dia menerimanya karena ingin terselamatkan dari cinta yang palsu. Dia pula menyelamatkanku dari kurungan hingga di pagi hari tadi, aku anggap semua yang ada di masa laluku telah selesai.
Ke depannya aku akan tetap menulis tentang apa yang terjadi di masa laluku, tapi bukan berharap dia akan kembali. Aku hanya mau tumbuh dan pulih. Berjalan dengan manusia yang sewajarnya. Maka itu, aku menghargai keputusanku untuk sendiri dan tidak punya hubungan dengan siapa pun itu. Aku mengapresiasi diriku sendiri karena telah berani dan berhasil melepaskan masa laluku.
Janji tidak blokir-blokiran✌
Komentar
Posting Komentar