Lakukan saja apa yang membuat kamu menemukan kesenangan bagi dirimu sendiri, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan fokuskan diri pada perubahan lewat kesenangan yang sudah kamu bangun. Bila masih tertunduk pada komentar-komentar manusia—itu tidak ada ujungnya. Tak mengapa membuka telinga bila memang komentarnya sesuai dengan kebutuhan.
Keputusan untuk mendengarkan komentar ada ditanganmu. Dan, kalaupun kesenangan yang kamu bangun sama sekali tidak merugikan orang lain, saat itulah kesempatanmu untuk memenangkan dirimu. Bayangkan; dengan kesenangan yang kamu bangun dan kemudian orang sekitarmu merasa risih—padahal tidak merugikan siapa pun, maka saat itulah kamu mendapatkan dua keutungan: petama, kamu dapat tumbuh dan kedua, orang sekitarmu masih memikirkan kesenanganmu, sementara kamu sudah memikirkan tangga berikutnya sebab kamu sudah selangkah lebih maju.Dulu mungkin kamu terlalu banyak memakan semuanya, tak masalah. Tak-tik untuk mengubah dunia memang tidak jauh dari itu semua, namun di suatu keadaan kamu kelak akan kembali pada dirimu sendiri. Bukan karena melupakan perjuangan kemanusiaan namun karena kebebasan dan kemerdekaan setelah kamu bosan bertanya-tanya: tentang jalan yang sudah kamu pilih dan pilihan yang sudah kamu tentukan.
Semua manusia adalah bagian dari diri mereka sendiri, kamu pun demikian. Karena manusia tercipta sebagai makhluk sosial, maka manusia hidupnya berdampingan sampai terkadang bergantung pada manusia yang bersamanya. Dalangnya ialah pergaulan yang berujung pada tekanan. Selak beluknya adalah lingkungan, jadi tak heran bila manusia sering jatuh pada pandangan orang lain dan melupakan diri sendiri.
Kebutuhan satu-satunya yang sulit diperoleh adalah diri sendiri. Kemudian hari nanti kamu mengerti bahwa dirimu sendiri juga termasuk kebutuhan, tandanya kamu telah menemukan kebebasan dan menentukan siapa yang dapat mengendalikanmu.
Komentar
Posting Komentar