"Bersamamu, aku lebih merasa hidup dan lebih merasa ada, dibandingkan dengan peran-peran palsu yang aku perankan setiap hari."
Di suatu ketika kita bertemu di hari yang biasa; hari yang istirahat, tanpa kebisingan, kesibukan, dan orang-orang, hanya ada aku dan kamu. Manakala di ketika kita menemukan arti, bahwa masa depan kita adalah milik masing-masing sampainya kita bertemu kembali di tempat lahirnya romansa dan harmonisasi.
Tempat yang orang-orang menyebutnya rumah, di sanalah kau duduk di sampingku, memberiku setumpuk kata yang membuatku menemukan alasan untuk tidak menyerah. Demikian ketika kamu berada jauh di bawa lelah, kamu datang mencari sebuah sandaran untuk mengembalikan semua semangatmu untuk terus melangkah.
Saat yang sama aku lelah dan kamu pun lelah, lalu saling memberikan semangat yang masih tersisa, barulah kemudian kita menemukan kenyamanan dan rasa aman. Walaupun benar, bahwa kita sama-sama lelah tapi tidak ingin melihat ada yang terjatuh. Itulah kemudian yang menamai kita sebagai dua manusia yang ternyata juga hebat dan kuat.
Di rumah kita, yang jauh dari kata sempurna. Ialah bentuk yang membuatku selalu merasa ingin pulang saat aku sudah benar-benar bosan menjalani peran-peran palsu. Walaupun ketika aku pulang tak mendapati kamu, paling tidak di dalamnya aku selalu merasa ada dan aman dari semua rasa lelah. Sudahnya itu, aku sejenak ingin istirahat sebelum kembali memainkan peran-peran di luar daripada kamu.
NGERI BANG
BalasHapusHihi^^
Hapus