D A L A M prosesku juga tak banyak orang di dalamnya, hanya ada beberapa, dapat terhitung jari. Bahkan orang yang kupikir mana mungkin bisa hadir memberiku dukungan, justru menjadi salah satu orang yang memberiku dukungan untuk terus melangkah. Teman-teman tak seberapa, realita pahitnya bahkan ada yang justru menjatuhkan.
Dulu, aku selalu mencari dukungan dari orang-orang. Aku bukan mencarinya untuk terlihat keren atau apa, aku mencarinya karena aku ingin belajar apa yang kulakukan sudah benar atau tidak, terlebih-lebih bahwa hidupku terlalu sepi.
Orang tuaku pun tak tahu apa yang sedang kuusahakan. Mereka buta huruf, mereka hanya tahu bahwa aku kuliah dengan baik dan suatu kelak butuh uang. Saudara juha membantuku tapi mereka juga sibuk dengan dengan dunianya masing-masing, hanya mereka selalu mendukung prosesku dan membantuku walau hanya sesekali.
Sepanjang itu, aku terus mencari‐cari bagaimana caranya untuk tetap semangat dan tidak tumbang dalam setiap usaha yang kuharapkan. Sehingga tak jarang aku ragu pada proses sendiri. Terkadang ingin berdoa agar aku terus melangkah tanpa kehilangan arah untuk menggapai mimpi.
Setelah aku sadar bahwa mungkin kesendirian bukan tercipta tanpa arti sama sekali. Aku pun mulai mengartikan kesendirian itu dan menarik kesimpulan bahwa kesendirian yang diberikan padaku bukan untuk mencari dukungan atau pengakuan. Kesendirian diberikan padaku untuk belajar hidup tanpa ganguan dari seseorang, diajar untuk membangun mimpi dan harapan sendiri, hingga aku sadar bahwa semua yang sedang terjadi adalah untuk kebaikanku.
Hari itu pula, aku menyemangati diriku sendiri dan tidak berharap pada siapapun. Melewatinya memang tidak mudah, tapi lama kelamaan, aku terbiasa mendukung diri sendiri dan membawa sendiri mimpi dari tahap ke tahap.
Dalam proses, memang tidak ada banyak orang tapi bukan berarti aku dilupakan. Aku hanya diberi waktu untuk fokus pada mimpi dan harapanku. Mereka yang kuharapkan mungkin juga ingin sepertiku atau juga sedang memperjuangkan mimpinya. Mungkin juga mereka sedang membandingkan prosesnya dan apa yang tengah aku jalani.
Pada akhirnya, aku semakin terbiasa dengan hal-hal seperti itu dan tetap maju sekalipun itu aku sendiri. Lagian yang menikmati bukan orang-orang tetapi aku sendiri.
☺✊
Komentar
Posting Komentar