Seseorang dengan kecerdesannya cenderung menyembunyikan dirinya dari kelompok mana pun ataukah yang semacamnya. Sebab bagi mereka, kecerdasan bukan suatu kemewahan yang harus diperlihatkan tapi untuk menyadari sebuah kekeliruan.
Karena menjadi penuh kebijaksanaan dan kecerdasan melibatkan banyak kesalahan dan kekeliruan, tak jarang menjadi rasa minder dan/atau malu dengan sikap yang terlalu berlebihan.
Olehnya, kecerdesan dan kebijaksanaan bukan semata-mata lahir tanpa kesalahan, melainkan melalui proses yang melibatkan mental dan harapan. Dan, tersemoga di hari-hari berikutnya menjadi lebih mempertimbangkan suatu kesimpulan untuk menunjukkan diri pada orang lain. Itulah kemudian yang oleh orang-orang bijaksana beristilah "ilmu padi" dan "kosongkan gelasmu".
Lakukan saja apa yang membuat kamu menemukan kesenangan bagi dirimu sendiri, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan fokuskan diri pada perubahan lewat kesenangan yang sudah kamu bangun. Bila masih tertunduk pada komentar-komentar manusia—itu tidak ada ujungnya. Tak mengapa membuka telinga bila memang komentarnya sesuai dengan kebutuhan. Keputusan untuk mendengarkan komentar ada ditanganmu. Dan, kalaupun kesenangan yang kamu bangun sama sekali tidak merugikan orang lain, saat itulah kesempatanmu untuk memenangkan dirimu. Bayangkan; dengan kesenangan yang kamu bangun dan kemudian orang sekitarmu merasa risih—padahal tidak merugikan siapa pun, maka saat itulah kamu mendapatkan dua keutungan: petama, kamu dapat tumbuh dan kedua, orang sekitarmu masih memikirkan kesenanganmu, sementara kamu sudah memikirkan tangga berikutnya sebab kamu sudah selangkah lebih maju. Dulu mungkin kamu terlalu banyak memakan semuanya, tak masalah. Tak-tik untuk mengubah dunia mem...
Komentar
Posting Komentar