Langsung ke konten utama

___Kamu tidak akan menjadi apa-apa jikalau kamu takut tak bisa apa-apa.

B E N A R. Banyak yang lebih bisa daripada kamu di luar sana. Lebih cepat daripada kamu. Lebih baik daripada kamu. Namun, mereka juga manusia. Tak terpikirkan seberapa banyak rintangan yang mereka lewati, cobaan yang diam-diam mereka hadapi, dan memperbaiki sendiri kekeliruan yang mungkin pernah terjadi.

Kebiasaan kita hanya menatap hasil akhir. Kita dipaparkan hal-hal yang menyenangkan seolah di balik semua itu tak ada pengorbanan. Alasannya cukup sederhana, bahwa manusia tidak akan mau memberikan hasil yang mengecewakan, semua manusia ingin memberikan yang terbaik kepada sesamanya manusia. Maka mereka kemudian menyembunyikan pengorbanan mereka dalam diam, dan tak jarang menyembunyikan tangisannya demi memberikan yang terbaik bagi sesama, terlebih khusus pada dirinya sendiri.

Setelah semua itu berlalu, mereka akan muncul membawa kabar baik dari perjuangan mereka. Dan kita akan menontonnya hingga kita terlena, tertampar, dan menunda banyak waktu untuk merenungkan keberhasilan mereka. Lambat-lambat, kita mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain, kita merasa bahwa kita sudah tertinggal jauh dan tidak bisa menggapai mimpi karena orang lain telah mendahului kita.

Bukan masalah siapa yang lebih awal, namun masalah besarnya adalah takut untuk memulai. Takut untuk diasingkan, takut untuk dicaci, dikucilkan, dibenci, dan ditinggalkan. Ketakutan itu bersarang sampai nanti akhirnya menjadi alasan kuat untuk lari dari kegagalanmu. Bahwa kamu tidak bisa, bahwa semua telah dilakukan oleh orang yang lebih baik darimu, dan bahwa tidak ada peluang untukmu.

Sadarilah satu hal tentang rezeki. Dia tidak akan tertukar. Dan kalaupun bukan kepadamu, dia akan tiba dengan bentuk yang berbeda. Entah itu kesehatanmu, jodohmu, orang-orang baik, dan masih banyak bentuk lainnya. Itu semua adalah rezeki, dan karena itu yang dapat membuatmu bangun dan bisa bergerak maju. 

Hidup tidak akan ada selesainya bila dibandingkan. Motivasi tidak akan ada habisnya kita dapatkan dan kita baca, bahkan dalam sehari kita bisa menyelesaikan buku-buku motivasi, namun tanpa pergerakan, itu termasuk kekeliruan. Motivasi terbesar ada pada diri sendiri dan bagaimana kita mengonsumsi motivasi itu agar bisa bermanfaat bagi sesama dan diri sendiri. 

Bangunlah, kita tidak akan menjadi apa-apa jikalau kita takut tak bisa apa-apa. Semua orang bisa melakukannya tapi tidak semua orang benar-benar mau melakukannya. Semua orang adalah pecinta tapi tak semua orang adalah pencinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Doa Orang Kelaparan (Cerpen)

Namanya Orae. Kemarin umurnya genap 20 tahun. Bolehlah ia dikatakan sebagai penyandang gelar terbaru: dewasa. Bertambah lagi satu makhluk bumi yang sibuk mengurus dewasanya. Umurnya bertambah, setumpuk kisah hidupnya pula siap menyambut. Yang lama akan menghilang atau justru bertahan? Yang baru akan membaik atau lebih parah dari sebelumnya? Tidak ada yang berhak memutuskan Orae akan baik atau makin buruk, ialah sendiri yang berhak atas hidupnya. Kini ia tengah berada dalam kamarnya. Sedikit redup, gelap, dan suara bising terdengar dari luar kontrakannya. Ia terduduk sendiri memegang kuat-kuat perutnya. Lapar, mungkin itu adalah terjemahan paling tepat untuk Orae saat ini. Ia lapar bukan hanya dari isi perut, tapi juga lapar akan perubahan hidupnya yang tak kunjung membaik. “Sedangkan ia sekarang dipaksa, supaya ia bisa bersekolah.” Begitu isi percakapan orang tuanya yang tak sengaja ia dengar sewaktu ia baru saja pulang mengantar mimpi. Begitu ia mengingat itu, dengan cepat ia b...

05 Maret 2026

A K U akui keberanianku pada 05 Maret 2026. Tepat pada pukul 23.33 WITA aku memberanikan diri untuk melepaskan masa laluku. Aku tahu itu berat dan sangat susah kukeluarkan dari dalam perasaanku. Namun apa yang menempel seperti permen karet itu telah berhasil sepenuhnya lepas dari diriku. Walaupun jujur bahwa aku masih memiliki harapan besar, dia akan menghubungiku dan memintaku kembali. Setelah hari waktu melintas hingga kini 15.06 WITA, aku memutuskan untuk mutlak melepaskan. Aku bebas teman-teman. Aku sudah tidak ada di masa lalu. Akhirnya aku benar-benar seberani itu melepaskan masa laluku setelah dari 2022 hingga 2026. 4 tahun tersimpan menjadi beban di kepalaku.  Aku tahu, bahwa dia yang menemaniku dari nol, tapi aku rasa semua manusia akan pergi. Bahkan aku sendiri pernah pergi dari Tuhanku, pergi dari rumahku, lantaran mengapa aku tidak bisa pergi dari seorang manusia yang hanya sebatas orang asing?  Aku pula tahu bahwa dia telah menjadi alasanku hingga di detik ini. Bi...